Wakil Taliban Tampil di TV dengan Penyiar Wanita

Dari tahun 1996 hingga 2001, Taliban menjalankan pemerintahan yang menindas perempuan

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL — Perwakilan Taliban tampil di televisi dengan pembawa berita wanita. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan janji Taliban untuk menjalankan pemerintahan yang adil dan setara sesuai dengan syariat Islam.

Selama pemerintahan dari tahun 1996 hingga penggulingan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2001, Taliban menjalankan pemerintahan yang menindas perempuan. Anggota senior tim media Taliban dan kepala Radio Suara Syariah Mawlawi Abdul Hak Hammad muncul di Tolo News. Dia duduk dengan pembawa berita wanita Behesha Arghanda. Dia menjawab pertanyaan tentang keamanan Afghanistan.

Pada Rabu (18/7) kantor berita Turki Yeni Safak melaporkan Hammad mengatakan Taliban ingin menjamin keamanan di Afghanistan. Hammad mengatakan bahwa seiring waktu keamanan di Afghanistan perlahan akan membaik.

Sehari sebelumnya, tujuh perempuan berunjuk rasa di depan kediaman resmi presiden di Kabul. Mereka menuntut agar hak-hak mereka dilindungi. Para pengunjuk rasa membawa kertas bertuliskan ‘Perempuan Afghanistan ada, kami menginginkan hak kami’.

Di televisi, Hammad mengatakan Taliban akan segera menguasai seluruh Afghanistan. Sedangkan provinsi terakhir yang belum direbut, Panjshir, akan segera jatuh ke tangan mereka.

Baca juga: Situasi di ibu kota Afghanistan kembali normal

Dia menambahkan bahwa Taliban sedang dalam pembicaraan untuk menyelesaikan sistem pembagian kekuasaan di Afghanistan serta nama pemerintah, struktur dan masalah lainnya. “Negosiasi untuk membentuk pemerintahan masa depan terus berlanjut, tampaknya dewan akan dibentuk, konstitusi akan selesai setelah itu,” katanya.

“Ada pembicaraan pemerintahan yang komprehensif dan inklusif. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid telah tiba di Kabul hari ini dan akan segera memberikan informasi lebih lanjut,” tambah Hammad.

See also  Sinopsis White House Down, Aksi Channing Tatum Menyelamatkan Putrinya dan Presiden Amerika Serikat

Dia menambahkan bahwa mereka yang telah merampok, menjual Afghanistan kepada orang asing dan mengkhianati negara itu dalam 20 tahun terakhir takut dan melarikan diri. Hammad mengatakan sebelumnya warga Afghanistan tidak bisa meninggalkan rumah mereka setelah pukul 16.00. Sekarang mereka dapat melakukan perjalanan 24 jam sehari.

Dia mengatakan Taliban adalah ‘pemilik’ sah Afghanistan dan bukan pencuri dan pengkhianat seperti pemerintah sebelumnya. Hammad menekankan propaganda Barat yang telah mencemarkan nama baik Taliban.

“Mullah Mohammed Omar bin Mullah Mohammed Yaqub telah mengeluarkan pernyataan penting. Kami tidak akan melanggar properti siapa pun, kami tidak ingin balas dendam, kami di sini untuk memberikan keamanan,” katanya.

Baca juga: Ketika Wartawan BBC Terkejut Melihat Juru Bicara Taliban

“(Orang asing) telah menyerang kami selama 20 tahun, tetapi (sekarang) kami tidak akan melakukan apa pun terhadap mereka. Mari bersama-sama selamatkan negara dari pendudukan kekuatan asing,” katanya.

Dia juga menuduh Presiden Ashraf Ghani mengkhianati rakyat dan bangsa Afghanistan. Hammad menuduhnya mencuri barang milik negara. Dia mengklaim Ghani mengambil $60 juta sementara $40 juta ditinggalkan di rumah. Dalam pesan teksnya, Ghani mengatakan dia meninggalkan Afghanistan untuk menghindari konfrontasi dengan Taliban yang dapat memicu pertumpahan darah.

.

Source link

Leave a Comment