Saat SBY Masuk Film Hollywood: Awalnya Tidak Tahu, Lalu Tersenyum Saja

Ketua DPD Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait KLB Partai Demokrat (6/3). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul dalam sebuah film berjudul The Tomorrow War yang dirilis tahun ini.

Film tersebut dibintangi oleh aktor Hollywood Chris Pratt dan menceritakan kisah perang melawan alien pada tahun 2051.

Dalam film The Tomorrow War, cuplikan yang memperlihatkan SBY berlangsung di sela-sela forum G-20 di London, Inggris, 31 Maret 2009. Rekaman itu memperlihatkan SBY bertemu dengan Gordon Brown, yang saat itu menjadi Perdana Menteri Inggris.

Namun, dalam film tersebut diceritakan bahwa pertemuan tersebut terjadi pada tahun 2022.

SBY tampaknya hanya muncul satu detik. Dia digambarkan sebagai salah satu pemimpin negara yang setuju dengan pemimpin lain untuk menyelamatkan dunia dengan mengirimkan pasukan.

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, mengatakan pihaknya tidak mengetahui mengapa SBY ditampilkan dalam film tersebut.

“Saya tidak tahu kenapa sosok Presiden SBY ditampilkan di film. Padahal Pak SBY sudah bukan presiden lagi saat ini, atau lebih tepatnya pada saat peristiwa-peristiwa di film itu,” tulis Andi.

Namun, Andi mengaku memahami bahwa film ini hanya fiksi dan bukan dokumenter yang harus menggambarkan sosok pemimpin aslinya.

Sinopsis The Tomorrow War

Film ini bercerita tentang pertarungan melawan alien yang menginvasi Bumi di masa depan. Untuk memenangkan perang, ada satu pasukan yang melakukan perjalanan waktu dari tahun 2051 hingga 2022 untuk menemukan orang-orang yang bersedia melawan alien.

Andi Mallarangeng. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Andi Mallarangeng Soal SBY Tampil di Film Perang Besok: Fiksi, Jangan Baper

Andi Mallarangeng, meminta pihak-pihak yang mempermasalahkan kemunculan SBY di film Perang Besok tidak terbawa perasaan (baper). Pasalnya, film yang dibintangi aktor Chris Pratt dan juga menampilkan SBY itu hanyalah fiksi.

Andi menilai jalan cerita sudah diatur sedemikian rupa oleh sutradara dan timnya. Dengan demikian, kemunculan SBY sebagai pemimpin dari Asia berada di bawah kewenangan direktur, ketimbang Presiden Jokowi yang saat ini menjabat.

“Sutradara suka namanya dan ini fiksi. Jadi nggak usah baper. Ini fiksi, nggak usah dimasukin,” kata Andi.

Andi juga heran kenapa Presiden Jokowi tidak diperlihatkan. Padahal, film tersebut menggambarkan situasi di tahun 2022.

Baginya, ada kemungkinan tim produksi yang menampilkan SBY akan menilai positif kepemimpinan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu selama dua periode pertamanya. Jadi, SBY-lah yang ditampilkan dalam film tersebut.

“Mungkin dia terkesan dengan sosok SBY sebagai tokoh dunia yang berasal dari negara Asia, dan mungkin itu yang ada di pikiran sutradara. Tanpa meremehkan siapa pun presiden saat ini,” kata Andi.

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono saat peletakan batu pertama Museum dan Galeri Seni SBY-ANI di Pacitan. Foto: Dok. Khusus

Tanggapan SBY Terhadap Film Hollywood: Senyum Saja

Andi Mallarangeng mengungkapkan, SBY hanya tersenyum saat mendengar dirinya diikutsertakan dalam film The Tomorrow War.

“Senyum saja. Dia senyum saja,” kata Andi.

Ia juga menjelaskan, awalnya SBY kaget. Pasalnya, tidak ada pemberitahuan sebelumnya bahwa SBY akan ditampilkan dalam film tersebut.

“Kalau Pak SBY sendiri kurang paham fotonya, pakai saja,” imbuhnya.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di Pendopo Puri Cikeas, Bogor, Senin (9/9). Foto: Jamal Ramadhan/coil

Soal alasan SBY ‘dipilih’ menjadi tokoh di sana, bukan Presiden RI saat ini, Jokowi, Andi mengaku tidak tahu. Namun, dia menduga, direktur memilih SBY karena dianggap aktif saat menjadi presiden RI.

Bagi saya harus sutradara ketika memilih siapa yang diperankan, dia ingin melihat sosok yang ingin memerankan kepemimpinan dari Asia,” kata Andi.

Source link

Leave a Comment