Psikolog Forensik Sebut Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Pakai Shabu Akibat Dampak Pandemi

JAKARTA, KOMPAS.com – Artis Nia Ramadhani dan suaminya Ardi Bakrie ditangkap polisi karena penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pendahuluan, polisi mengatakan Nia dan Ardi bersama sopir pribadinya mengaku mengonsumsi narkoba jenis sabu karena tekanan kerja di masa pandemi Covid-19.

“(Alasan pakai) katanya karena pandemi dan tekanan kerja. Tapi kan biasa banget ya,” kata Kabag Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat jumpa pers di Metro Jakarta Pusat. Polri, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Penangkapan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Berawal dari Pengakuan Sopir

Polisi telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 127 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Tiga di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih melakukan penyelidikan. Awalnya, mereka mengaku mengonsumsi sabu sekitar 4-5 bulan,” kata Yusri Yunus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan wawasan dari surel kamu.
Daftar surel

Stres mental akibat pandemi

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan akan ada berbagai bentuk tekanan mental atau gangguan psikologis yang mungkin terjadi akibat situasi pandemi Covid-19.

Tekanan mental ini bisa disebabkan oleh kecemasan akan paparan Covid-19, tekanan pekerjaan dan tekanan ekonomi.

Jadi, ada seseorang yang mencoba mengatasi tekanan dengan cara yang salah, yaitu melalui metamfetamin, misalnya.

“Gangguan atau tekanan psikologis disebabkan oleh situasi pandemi. Kita semua terpenjara. Pekerjaan juga tidak semudah biasanya. Situasi seperti itu akan menekan perasaan kita. Sayangnya ribuan sayang, ada orang yang mencoba untuk meningkatkan perasaan mereka. dengan cara yang salah,” kata Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri seperti dikutip dari Kompas TV, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Polisi Kejar Pengedar Narkoba yang Jual Shabu ke Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

See also  Marvel Berencana untuk Lebih Banyak Representasi LGBTQ

Narkoba, kata Reza, khususnya shabu-shabu dapat menimbulkan efek “kegembiraan” bagi penggunanya.

“Efek metamfetamin bagi pengguna adalah adanya kegairahan, rasa semangat, seolah-olah akan bisa bekerja tanpa henti tanpa istirahat. Dan semua kutipan positif,” ujarnya.

Meski begitu, apapun alasan Nia dan Ardi menggunakan sabu, menurut Reza, itu adalah tindakan yang salah. Itu tetap tidak diperbolehkan.

“Apapun alasannya, menyalahgunakan sabu tetap salah,” jelas Reza.

Ia mengatakan polisi harus benar-benar mengusut kasus Nia dan Ardi dalam penggunaan sabu. Apakah keduanya benar-benar menggunakan metamfetamin untuk alasan pandemi seperti pengakuannya. Atau buat saja.

Baca juga: Profil Ardi Bakrie, Suami Konglomerat Nia Ramadhani yang Tertangkap Kasus Narkoba

Jika hanya pelecehan, betapapun salahnya, namun tidak dibenarkan, menurut Reza, pendekatan rehabilitasi yang dikedepankan.

Namun, jika terbukti sebagai pengedar atau penjual, maka polisi harus menempuh jalur hukum atau menyakitkan.

“Kalau polisi yakin ini karena penyebab yang sebenarnya. Masuk akal untuk direhabilitasi. Kalau mengada-ada, proses hukumnya akan lebih berat,” katanya.

Baca juga: Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Akui Baru Konsumsi Metamfetamin Kristal Selama 5 Bulan Bulan

Saat ditanya apakah Nia dan Ardi berkesempatan menyalahgunakan narkoba lagi, Reza menjawab bisa saja terjadi, apalagi jika pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Suka atau tidak, dalam situasi seperti ini kita akan dihadapkan pada risiko penyalahguna narkoba akan menggunakan narkoba lagi,” katanya.

Ditambah lagi jika program rehab tidak berjalan maksimal. Kegagalan proses rehabilitasi juga dapat meningkatkan peluang pengguna untuk menggunakan narkoba lagi.

Source link

Leave a Comment