Nilai CT Bukan Penentu Kesembuhan Pasien COVID-19, Ini Artinya

Jakarta

Nilai CT COVID-19 sering dijadikan sebagai penentu kesembuhan pasien COVID-19. Padahal, nilai CT yang tertera pada hasil tes PCR hanya menunjukkan jumlah materi genetik virus.

Di media sosial juga beredar infografik yang menyatakan bahwa semakin besar Nilai CT Covid-19, pasien tersebut sudah sembuh. Hal inilah yang kemudian dijadikan acuan oleh banyak pasien COVID-19 terkait kesembuhan.

Asosiasi Spesialis Patologi Klinis memberikan penjelasan mengenai nilai CT. Dalam rilisnya, mereka mengatakan tidak ada pengelompokan baik, buruk, dan tidak valid berdasarkan Nilai CT.

Nilai CT juga tidak dapat dibandingkan antar laboratorium karena perbedaan sampel yang diperiksa, metode, alat, dan reagen. Ada alat dan reagen yang memang mampu mendeteksi RNA virus dengan nilai CT kurang dari 11, namun bukan berarti angka ini tidak valid. Semua hasil yang telah dikeluarkan oleh laboratorium telah divalidasi.

“Hasil PCR positif (berapapun nilai CT-nya) harus menjalani isolasi dan segera berkonsultasi dengan dokter,” tulisnya.

Nilai CT Tinggi COVID-19 tidak dapat dipastikan sembuh

Spesialis penyakit dalam, dr Andi Khomeini, mengatakan nilai CT Covid-19 yang menunjukkan angka 31-40 belum cukup untuk membuktikan pasien sudah sembuh. Nilai CT juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, tidak hanya dari jumlah virus pada sampel uji PCR.

“Kami tidak bisa menggunakan CT sebagai panduan untuk pemulihan. Melihat data keseluruhan, kami hanya bisa mengatakan bahwa kami dapat melanjutkan pengobatan atau melanjutkan aktivitas kami,” katanya.

Senada dengan itu, ahli mikrobiologi klinis dari Intibios Lab, dr Enty, SpMK menjelaskan, pasien dengan nilai CT tinggi bisa mengindikasikan dua hal. Pertama, jumlah materi virus di tubuhnya sudah sedikit karena sudah sembuh.

See also  Bukan Soal Uang, Sosok Wenny Ariani Ungkap Masa Gelap Meninggalkan Anak Sendirian di Kost dan Bilang Rezky Aditya Tahu Tapi Tak Peduli

Kedua, kemungkinan pasien baru saja terinfeksi virus Corona, sehingga jumlah materi virusnya masih sedikit dan akhirnya berkembang menjadi lebih banyak. Apalagi jika pasien mengeluhkan gejala COVID-19.

Patokan untuk menentukan pasien sudah sembuh atau belum dari virus Corona adalah dengan melihat hasil rontgen dan profil darah. Jadi, Nilai CT COVID-19 tidak bisa dijadikan patokan pasien sembuh atau tidak dari infeksi virus Corona.

Kriteria pasien sembuh dari COVID-19 tidak didasarkan pada Nilai CT COVID-19. Kriteria penyelesaian isolasi dan pemulihan kasus terkonfirmasi COVID-19 menggunakan gejala sebagai tolak ukur utama.

Pada kasus konfirmasi yang tidak menunjukkan gejala, isolasi dilakukan minimal 10 hari sejak konfirmasi spesimen diagnosis diambil. Untuk kasus terkonfirmasi dengan gejala ringan, isolasi dilakukan selama 10 hari sejak timbulnya gejala ditambah 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan.

Meski demikian, nilai CT COVID-19 tetap berguna bagi dokter dalam menentukan pengobatan dan langkah pengobatan bagi pasien.

Tonton video”Daftar Kontak Mobil Darurat untuk Evakuasi Pasien COVID-19
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)


Nonton dan Sinopsis Kingdom: Ashin of the North

Leave a Comment