Nikita Mirzani Sebut Hotel Karantina Tidak Lebih Baik Dari Penjara, Ini Kata PHRI

Jakarta

Nikita Mirzani kecewa dengan hotel karantina. Ia diketahui melakukan perjalanan dari luar negeri, yakni dari Turki.

Artis itu mengeluhkan berbagai layanan di hotel karantina. Pertama, dia mengaku ada perbedaan harga saat tiba di bandara dan saat tiba di hotel, dari Rp. 17 juta menjadi Rp. 22 juta.

Apa kata Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI)?

“Itu harga hotel karantina single dan harga double. Jadi kalau double menyiapkan makanan untuk 2 orang, laundry 5 potong per orang per hari juga untuk 2 orang,” kata Vivi Herlambang, koordinator pemulangan hotel dari PHRI pada detikTravel, Kamis (22/7/2021).

Lebih lanjut, Nikita juga mempertanyakan pemilihan hotel karantina. Dia mengatakan ada paksaan di sini.

Namun, pihak PHRI membantahnya. Vivi mengatakan setiap WNI yang baru pulang dari luar negeri bebas memilih hotel karantina resmi yang telah mendapat izin dari pemerintah, sebanyak 64 tempat.

“Ada 64 hotel karantina, bisa dipilih sesuai kemampuan,” kata Vivi.

Selain itu, Nikita juga khawatir makanannya tidak enak dan tidak bisa dipesan secara online. Terkait hal tersebut, pihak hotel yang mengkoordinir Gugus Tugas Covid-19 tidak mengizinkan pesanan makanan dari luar.

Kemudian, Nikita juga mengkritik pihak hotel yang tidak mengizinkannya keluar kamar. Pada artikel detikTravel sebelumnya memang ada aturan bahwa mereka yang dikarantina tidak boleh keluar kamar lebih dari seminggu karena kebutuhannya sudah terpenuhi di dalam kamar.

Alila SCBD JakartaHarga Kamar Hotel Karantina di Alila SCBD Jakarta (Foto: Istimewa)

Sebelumnya, Nikita Mirzani mengeluarkan pemikirannya. Dia tidak percaya ada hotel bintang lima yang menggunakan bisnis untuk menampung orang-orang yang ingin dikarantina.

“Indonesia sedang berduka. Tapi sebagian orang mengubah kesedihan ini menjadi bisnis untuk keuntungan bisnis mereka sendiri. Mudah saja hotel-hotel mewah yang menampung orang-orang yang sedang dikarantina tutup selamanya. Agar tidak menyusahkan mereka yang tidak mampu. karantina di hotel,” tulis Nikita Mirzani di Instagram Story-nya.

See also  Video anjing paling lucu untuk menemani Anda sepanjang hari – Nonton Film

Dia mengatakan bahwa dia baru tahu tentang hotel bintang lima yang menyediakan layanan karantina tetapi memperlakukan orang yang dikarantina seperti tahanan. Nikita Mirzani mengatakan mereka yang hasil PCR-nya negatif diperlakukan seperti orang yang positif COVID-19.

“Tidak bisa menghirup udara luar. Makanannya busuk. Ini hotel mahal tapi saya disuruh mencuci piring dll sendiri. Kemudian kamar hotel panas. Pengap di sana,” dia berkata.

“Harga hotel saat di bandara 17 juta. Lalu pas SMP hotel tiba-tiba naik jadi 22 juta..,” tulis Nikita Mirzani lagi kesal.

Tidak masalah pihak mana yang bertanggung jawab atas hotel karantina. Nikita Mirzani meminta pemerintah memperhatikan masalah hotel karantina.

“Saya tidak tahu siapa yang mengurus karantina ini, yang PRO atau KONTRA dengan pemerintah, yang saya tahu selama pemerintah adalah Pak @jokowi, semua fasilitas bagus, coba. Mungkin ini salah satunya. hal-hal yang harus diperhatikan pemerintah saat ini adalah cara menghadapi orang yang sudah dikarantina atau belum,” jelasnya.

“Org dikurung seperti di penjara. Makanannya tidak enak. Bahkan ada balita yang stres di kamar karena dikurung. Dan berhari-hari handuk tidak diganti berhari-hari. Yang harus diperhatikan adalah mentalitas orang-orang yang dikarantina. Bukan karantina tapi lebih dari penjara. Dan Anda memperlakukan orang positif dan negatif dengan COVID seperti kusta,“ucap Nikita Mirzani.

Tonton video”Banyak Berita Nikita Mirzani Tersangka, Polisi: Kasus Masih Dalam Proses
[Gambas:Video 20detik]
(misalnya/ddn)





Nonton dan Sinopsis Kingdom: Ashin of the North

Leave a Comment