Britney Spears Disebut Fat Shaming oleh Ayahnya

Jakarta, CNN Indonesia —

Kontroversi atas James P Spears atau perlakuan Jamie terhadap putranya, Britney Spears, belum berakhir. Kali ini, Jamie dikabarkan telah melakukannya memalukan atau mempermalukan Britney yang kelebihan berat badan.

Kabar ini disampaikan oleh Jacqueline Butcher yang pernah dekat dengan keluarga Spears. Jagal mengatakan Jamie telah mempermalukan Britney dua bulan setelah dia keluar dari bangsal psikiatri darurat.

“Saya pikir dia akan berkata, ‘Kami mencintaimu, Anda butuh bantuan.’ Tapi apa yang dia katakan adalah, ‘Kamu gemuk. Ayah akan memberimu diet dan mendapatkan pelatih, dan kamu akan bugar lagi,'” kata Butcher, dikutip dari The New Yorker.

Menurut Tukang Daging, memalukan ini terjadi ketika Britney sedang menonton televisi bersama ibunya, Lynne Speras. Jamie juga menunjuk ke televisi sambil memberi tahu Britney bahwa dia akan muncul di televisi lagi.

“Anda melihat televisi itu? Anda tahu apa yang akan mereka katakan dalam delapan minggu? Anda akan berada di sana dan mereka akan berkata, ‘dia kembali,'” Butcher menirukan kata-kata Jamie.

Britney saat ini menjadi sorotan karena masalah konservatori dengan ayahnya. Konservatori adalah perwalian yang sah, artinya yang menjadi konservator bertanggung jawab penuh atas nyawa dan harta benda orang yang dititipkan.

Sebelumnya, hakim menolak permintaan Britney untuk mengeluarkan James dari konservatori. Penolakan tersebut tertuang dalam dokumen baru yang diajukan oleh Pengadilan Tinggi Los Angeles pada Rabu (30/6) waktu setempat.

“Permintaan untuk menangguhkan James P Spears setelah penunjukan Bessemer Trust of California sebagai satu-satunya konservator ditolak,” bunyi dokumen itu seperti dilansir Variety.

Pengacara Britney Spears, Samuel Ingham III, telah mengajukan permintaan untuk mencopot James P. Spears sebagai konservator Britney sejak November 2020. Ingham mengatakan Britney takut pada ayahnya dan menolak untuk muncul lagi jika James tetap bertanggung jawab atas karirnya.

See also  Tidak ada seorangpun yang sempurna!

Pada Rabu (23/6), Britney Spears berbicara tentang konservatori selama 13 tahun. Dia ingin konservatori berakhir dan hidupnya kembali.

Pelantun Baby One More Time itu melanjutkan, dirinya merasa dipaksa tampil, tidak diberi privasi, dipaksa menggunakan alat kontrasepsi, mengonsumsi obat-obatan tertentu, dan menghadiri sesi terapi di luar kehendaknya.

Britney mengatakan di depan hakim bahwa dia dipaksa untuk menggunakan lithium meskipun ada keberatan. Lithium adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan mood yang salah satunya disebabkan oleh keadaan bipolar.

Britney melanjutkan bahwa keluarganya, terutama Jamie, yang bertanggung jawab atas konservatori, tidak mempermasalahkan kondisinya. Tak hanya soal perawatan medis, Britney juga mengaku sempat frustasi karena tak bisa mengatur kariernya.

(adp)

[Gambas:Video CNN]




Source link

Leave a Comment