Anisa Bahar terdampar di bandara karena aturan baru

Suara.com – Penyanyi, Anisa Bahar, baru saja curhat di Instagram. Dia mengaku terdampar di bandara karena tidak bisa terbang ke tempat tujuannya.

Anisa Bahar menjelaskan, ada aturan baru di bandara yang mewajibkan penumpang menyertakan surat dari RT dan RW. Padahal sebelumnya pemilik Shake Patah-Patah tidak menerima pemberitahuan tersebut.

Anisa Bahar [Evi Ariska/Suara.com]
Anisa Bahar [Evi Ariska/Suara.com]

“Kawan, saya terdampar di bandara, karena ada peraturan baru. Dari tanggal 19 hingga 25, kita harus memiliki sertifikat dari RT, RW setempat,” kata Anisa Bahar di Instagram, Sabtu (24/7/2021). .

“Waktu saya beli, tidak ada diskusi atau pengumuman di sana. Kami tidak tahu dan tidak ada koordinasi melalui email atau apa pun terkait persyaratan baru itu,” tambahnya.

Anisa Bahar mengatakan, syarat dari maskapai yang ditumpanginya hanya menginformasikan untuk melampirkan hasil tes dan vaksin Covid-19.

Baca juga:
Anisa Bahar Kesal dengan Jamsostek: Sejak 97 Saya Naik Pesawat Pribadi!

Anisa Bahar (Ismail/Suara.com)
Anisa Bahar (Ismail/Suara.com)

“Regulasi berubah seenaknya, semaunya. Kita, masyarakat, rakyat adalah korban dari ini. Apa yang akan kita lakukan?” kata ibu Juwita Bahar.

Dia juga mengeluh bahwa dia telah membayar banyak untuk tes PCR, tetapi kenyataannya tidak dapat digunakan.

“Buang-buang uang, setelah sampai di sini, ternyata kami tidak bisa pergi. Karena Satgas Covid tidak mau stempel,” katanya.

Seorang pria bernama Eki yang menemani Anisa Bahar juga mengeluhkan peraturan yang tidak diinformasikan kepada penumpang. Lain cerita kalau sudah diberitahu sebelumnya.

“Oh iya lengkap, PCR mahal, ada kartu vaksinnya juga tapi tidak bisa terbang. Harus ada surat keterangan dari RT, RW, padahal belum ada informasi tiketnya lho. Yang ada hanya PCR dan vaksin. informasi,” kata Eki.

Baca juga:
Anisa Bahar Akui Dihina Fans Lesti Kejora dan Rizky Billar

See also  Anak Ardi Bakrie Bakal Telan Pil Pahit, BNN Ungkap Kondisi Nia Ramadhani dan Suami yang Bisa Bikin Lama Tak Ditemui Bayinya

Eki lantas mengibaratkan, jika ia dan Anisa Bahar pulang ke rumah untuk meminta surat RT dan RW, waktunya tidak akan terburu-buru.

“Nah, kalau pulang kampung jangan buru-buru. Terbang jam 10. Kita bolak-balik empat jam, nggak bisa,” imbuhnya.

Peraturan perjalanan transportasi udara

Perjalanan angkutan udara selama PPKM tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor 53 Tahun 2021.

Disebutkan, bagi mereka yang terbang antar bandara di Pulau Jawa, penerbangan dari atau menuju bandara di Pulau Jawa dan penerbangan dari atau ke Pulau Bali wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan hasil tes RT-PCR negatif. yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam.

Selain penerbangan tersebut di atas, wajib menunjukkan hasil tes RT-PCR negatif yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam atau rapid antigen test maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Khusus pada masa libur Idul Adha 19-25 Juli 2021, perjalanan orang/penumpang termasuk pemudik di bawah usia 18 tahun untuk sementara dibatasi. Hanya dikecualikan untuk;

(a) pemudik/penumpang perorangan yang membutuhkan kegiatan kerja di sektor esensial dan kritis.
(b) pemudik/penumpang perorangan dengan kebutuhan mendesak. Yakni: pasien dengan kondisi berat, ibu hamil yang didampingi salah satu anggota keluarga, kepentingan persalinan didampingi dua orang dan jenazah Covid-19 maksimal lima orang.

Adapun poin (5) berbunyi; setiap orang/penumpang pemudik dengan kebutuhan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau ayat (2) wajib menunjukkan surat keterangan perjalanan.

Antara lain, surat rujukan dari rumah sakit, surat pengantar dari daerah setempat, surat kematian atau surat keterangan pendukung lainnya.



Nonton dan Sinopsis Kingdom: Ashin of the North

Leave a Comment