in

MKD Larang Arteri Menanggapi Panggilan Polisi, Formappi: Kontraproduktif, Dapat Merusak Arteri

TRIBUNNEWS.COM – Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan dilarang masuk ke Kantor Polisi (Soetta) Bandara Soekarno-Hatta oleh Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat (MKD).

Hal ini terkait dengan kejadian pertengkaran ibunda dengan Anggiat Pasaribu.

Hal ini disoroti oleh Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi).

Peneliti Formappi, Lucius Karus, menilai hal ini kontraproduktif.

Dalam hal itu, pemanggilan Arteria oleh polisi diperlukan karena terkait dengan penyelesaian masalah tersebut.

“Bahkan, saya pikir semakin cepat penegak hukum akan memprosesnya, Arteria akan senang.”

“Nah, kenapa MKD justru menyarankan agar Arteria tidak memenuhi panggilan polisi? Ini saran yang kontraproduktif menurut saya,” kata Lucius, dikutip dari Kompas.com.

Padahal, menurut Formappi, pernyataan MKD itu tidak relevan.

Bahkan bisa membahayakan Arteri Dahlan.

Meminta maaf

Anggiat Pasaribu akhirnya meminta maaf kepada Arteria Dahlan setelah adu mulut di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (21/11) lalu.

Diketahui, keduanya sudah melapor ke polisi terkait pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan.

Namun baru-baru ini, Anggiat Pasaribu telah mencabut laporan tersebut dan meminta maaf.

Rencananya, Anggiat juga akan menemui Arteria dan ibunya pada Kamis (25/11/2021) hari ini.

Pingsan Setelah Meminta Maaf

Anggiat Pasaribu, perempuan yang terlibat adu mulut dengan ibunda Arteria Dahlan, tiba-tiba pingsan saat diwawancarai sebuah stasiun televisi.
Anggiat Pasaribu, perempuan yang terlibat adu mulut dengan ibunda Arteria Dahlan, tiba-tiba pingsan saat diwawancarai sebuah stasiun televisi. (Tangkapan Layar YouTube Metro TV)

Anggiat mengaku melakukan kesalahan dengan memaki ibunda Arteria Dahlan.