in

Yamaha Aerox Hadirkan Teknologi VVA dan Belum Milik Pesaingnya

Menit.co.id – Yamaha Aerox memiliki satu fitur unggulan dengan teknologi VVA (Variable Valve Actuation).

Menurut Ilham Wahyudi selaku GM PT. Surya Timur Sakti Jatim atau Yamaha Jatim, keunggulan VVA ini sangat terasa saat motor digunakan touring ke luar kota.

Apalagi saat menyalip, semburan tenaga mesin yang diubah menjadi kecepatan memiliki akurasi yang lebih baik.

“VVA ini sangat bermanfaat buat teman-teman dan ini diwujudkan saat touring di jalur provinsi. Saat ingin menyalip kendaraan besar, tentu butuh dorongan tenaga yang besar dengan cepat,” jelas Ilham Wahyudi.

“Berbeda dengan sepeda motor tanpa VVA, kecepatan motor perlu dipacu terlebih dahulu. Dan ini berbahaya jika Anda melakukannya saat ingin menyalip kendaraan di depan.”

Mengutip hasil pengujian All New Yamaha Aerox 155, begitu rpm dinaikkan di atas 6.000 rpm, teknologi VVA (Variable Valve Actuation) akan aktif sehingga tenaga mesin terekstraksi sepenuhnya.

Kecepatan 110 km/jam cukup mudah dicapai, sehingga jika merasakan sisa putaran gas All New Aerox, potensi top speed di kisaran 120 km/jam bisa dicapai.

VVA atau Variable Valve Actuation merupakan teknologi unggulan Yamaha yang tidak dimiliki kompetitornya.

Teknologi ini merupakan salah satu dari berbagai teknologi yang dikembangkan pada mesin Blue Core.

Mesin Mesin Yamaha Aerox Baru

Mesin Yamaha Aerox generasi terbaru ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran sehingga menghasilkan respon dan tenaga yang lebih besar.

Untuk memahami cara kerjanya, perlu diketahui terlebih dahulu, internal combustion engine (ICE) memiliki berbagai karakter.

Tetapi umumnya ada dua, menang pada putaran rendah, atau menang pada putaran tinggi.

Hal ini terkait dengan lobe lift yang menentukan tinggi bukaan camshaft (noken as), dan nose yang menentukan durasi bukaan camshaft (noken as).

Mesin yang memiliki karakter kuat di putaran bawah, umumnya memiliki lobe yang tidak terlalu tinggi, dan nose yang tidak terlalu lebar, sehingga irit bahan bakar.

Sedangkan mesin dengan cam profile lobe yang tidak terlalu tinggi, dan hidung yang tidak terlalu lebar akan tetap nyaman dipakai santai.

Sementara itu, mesin dengan lobe cams profil tinggi dan hidung lebar umumnya nyaman dikendarai.

Kini dengan teknologi VVA, Yamaha mengakali kekurangan yang muncul dengan memadukan keunggulan dari masing-masing profil cam tersebut.

Hal ini terlihat dari komponen penggerak camshaft pada VVA yang berbeda dengan umumnya.

Meski sama-sama menggunakan timing gear dan timing chain untuk memutar camshaft, sistem VVA memiliki sepasang intake cam dengan profil berbeda.

VVA memiliki dua kamera masuk, dengan dua kamera profil.

Satu cam dengan lift rendah, dan yang lainnya dengan lift tinggi berdampingan dengan lift tinggi ada cam buang.

Lalu ada tiga unit rocker arm yang mewakili setiap profil cam. Setiap rocker arm memiliki poros yang berbeda. Bagian lain ada pegas di camshaft dan tentunya klep juga ada pegas di masing-masing klep.

Saat mesin hidup, pada fase pertama 0-6.000 rpm, rocker arm intake yang memiliki daya angkat rendah bekerja.

kecanggihan yamaha

Saat putaran mesin meningkat hingga 6.000 rpm, ECU akan mengirimkan sinyal ke solenoid, dan inilah saat fase kedua dimulai.

Di atas 6.000 rpm, ECU akan mengirimkan perintah ke solenoid untuk mendorong push rod sehingga mengunci cam dengan lift tinggi.

Solenoid ini akan mendorong lock rod sehingga rocker arm dengan gaya angkat yang tinggi akan bekerja, sehingga membuat lebih banyak bahan bakar dan udara yang masuk.

Alhasil tenaga lebih besar dan putaran mesin lebih tinggi hingga 10.000 rpm.

Hal ini menjelaskan mengapa VVA secara optimal mampu meningkatkan efisiensi pembakaran sehingga mesin dapat memiliki performa tinggi, namun tetap hemat bahan bakar.

Semua model yang masuk dalam kategori Yamaha Maxi Series (Tmax 530, Xmax 250, Nmax 155, Aerox 155 VVA dan Lexi 125) dibekali mesin dengan teknologi VVA ini.

.