in

Boikot Nasi Padang Karena Gak Terima Hasil Pilpres, Apakah Perlu?

Medsos lagi ramai membicarakan boikot nasi Padang dan dihubungkan dengan kekalahan calon petahana Jokowi di daerah Sumatera Barat. Isu ini mencuat tidak lama setelah Jokowi bersama ketua TKN Erick Thohir terlihat sedang menikmati nasi padang di Mall Grand Indonesia.

Boikot nasi Padang dimulai dari bertebarannya screenshot status Facebook seseorang yang menyatakan malas makan di rumah makan Padang. Lalu ada yang berkomentar di postingan itu yang intinya mengaitkan dengan tidak adanya balas jasa pada Jokowi. Tidak butuh waktu lama, hal ini seketika viral dan dihubungkan dengan kekalahan telak Jokowi di Sumbar.

Jika dilihat dari hasil Quickcount, Jokowi-Ma’ruf cuma mendapat suara 9,55% di Sumatra Barat. Tapi jika dilihat dari keseluruhan perolehan suara secara nasional, Jokowi-Ma’ruf mengungguli Prabowo-Sandi. Tapi bukan berarti kekalahan Jokowi di sumatra barat bisa langsung dihubungkan dengan boikot nasi pasang. Gerakan seperti ini sangat tidak masuk akal.

“Tidak benar kami yang menyerukan agar melakukan pemboikotan nasi padang. Tidak mungkin kami memboikot salah satu kuliner kebanggaan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh melakukan pemboikotan terhadap nasi Padang. Ini salah satu kebanggaan kuliner kita. Jika pemboikotan itu terjadi, tentu kami sangat sesalkan,” tegas Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan.

Juru bicara TKN menjelaskan bahwa Jokowi akan tetap membangun wilayah-wilayah yang pada Pilpres 2014 lalu mendapat perolehan suara kecil. Pemerataan pembangunan disebutnya menjadi prinsip bagi Jokowi, tanpa memperhatikan hasil pemilu. Jokowi ditegaskannya menjadi pemimpin bagi semua rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *