in

Pendeta di Afsel Ini Dibully, Karena Ngaku Bisa Menghidupkan Orang Yang Sudah Mati

Seorang pendeta di Johannesburg, Afrika Selatan, mendadak buat heboh di media sosial. Si pendeta membuat pengakuan mengejutkan bahwa ia mampu menghidupkan orang yang sudah mati. Sontak si pendeta langsung jadi sasaran bully netizen, karena beritanya langsung viral di internet.

Dalam tayangan video, terlihat pendeta Alph Lukau dari Alleluia Ministries International menunjukkan aksi menghidupkan orang yang disebut sudah mati. Si pedeta meletakkan kedua tangannya di atas pria yang sudah meninggal itu dan ia kemudian mengucapkan ‘bangkit’ kepada pria itu dan ia pun bangun. Ini membuat jemaat bersorak karena mereka mengganggap menghidupkan orang yang sudah mati sebagai suatu mukjizat.

Komisi Kemajuan dan Perlindungan Komunitas Budaya, Keagamaan dan Linguistik (Komisi HAM CRL) kepada televisi nasional Afsel menegaskan bahwa aksi menghidupkan orang yang sudah mati itu bertujuan untuk mengeruk keuntungan dari orang-orang yang menjadi jemaatnya. Sementara itu, Hanya dalam beberapa jam, tagar #ResurrectionChallenge menjadi trending di twitter.

Banyak yang mengolok-olok atas apa yang sudah dilakukan pendeta tersebut. Salah satu akun menunjukkan foto dirinya sendiri dengan raut wajah terkejut dan sedang duduk di dalam bathtub. “Alarm saya baru saja menghidupkan saya kembali untuk bangun,” tulisnya.

Netizen lain yang bernama Dikano Sino mengunggah sebuah video yang menunjukkan sebuah ruang kelas berisi para siswa yang terbaring di meja dan saat sang guru datang, para siswa itu melakukan gerakan seolah-olah menghidupkan orang yang sudah mati.

Gereja Allelulia enggan berkomentar lebih jauh soal kontroversi ini. Pihak gereja malah melakukan pembelaan dengan menyebut aksi itu bukanlah mukjizat menghidupkan orang yang sudah mati. Pihak gereja menjelaskan bahwa pria yang sudah mati itu faktanya ‘sudah hidup’ saat dibawa ke lokasi aksi di Kramerville dan pendeta Lukau hanya ‘melengkapi mukjizat yang telah dimulai Tuhan’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *