in

Potensi Premi Asuransi Kredit Tahun 2021, Tapi Waspada Klaim!

Bisnis.com, JAKARTA — Bisnis asuransi kredit berpotensi mengalami pertumbuhan premi pada tahun 2021 seiring dengan aktivitas ekonomi yang kembali berjalan. Namun, hal ini disertai dengan ancaman lonjakan tagihan jika debitur masih kesulitan membayar cicilan kredit.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyatakan, ada ketidakpastian parameter dan variabel dalam menilai proyeksi bisnis asuransi kredit pada 2021. Dinamika ini terjadi karena pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia, meski ada optimisme. untuk pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, penyaluran kredit dari pemerintah kepada sektor kecil, menengah, dan mikro (UMKM) sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional merupakan stimulus yang dapat mendongkrak perekonomian. Insentif ini juga dapat diperkuat dengan perlindungan asuransi.

“Jika kredit ini ditopang oleh produk asuransi kredit maka akan meningkatkan potensi pertumbuhan premi asuransi kredit. Namun melihat data kinerja sebelumnya, potensi pertumbuhan asuransi kredit berpotensi disertai peningkatan potensi klaim, ” kata Dody kepada Bisnis, Selasa (2/2/2021).

Ia menilai pembengkakan klaim bisa terjadi akibat kredit jangka panjang yang sebelumnya sudah diterbitkan polis. Selain itu, klaim tersebut juga bisa muncul akibat pandemi yang masih melanda periode saat ini.

“Pandemi Covid-19 berdampak pada kinerja hampir semua bidang usaha, sulitnya mencetak keuntungan usaha, sehingga berdampak pada pembayaran angsuran kredit kepada kreditur,” ujarnya.

Selain stimulus pembayaran kredit, daya beli masyarakat juga menjadi tantangan yang harus diantisipasi oleh perusahaan asuransi yang menerbitkan polis asuransi kredit. Industri asuransi juga mengandalkan kegiatan usaha dengan protokol kesehatan yang ketat, sehingga konsumsi barang dan jasa tetap dapat terdistribusi dengan baik.

Dody meyakini siklus bisnis yang normal dapat mengurangi kemacetan kredit sehingga dapat mengurangi potensi klaim asuransi kredit. Perusahaan penerbit polis harus terus melakukan proses underwriting yang ketat.

Pada tahun 2021, sejumlah kebijakan akan memasuki tahap restrukturisasi akhir, sebagai stimulus yang diberikan pada tahun 2020. Jika akhir restrukturisasi disertai dengan peningkatan kemampuan debitur untuk memperoleh keuntungan usaha, mereka juga akan dapat memenuhi kredit. kewajiban angsuran dan akan berdampak positif terhadap asuransi kredit.

“Namun jika sebaliknya ketika restrukturisasi kredit berakhir, iklim usaha tetap buruk, maka hal ini berpotensi meningkatkan potensi klaim asuransi kredit. Sehingga dapat dikatakan restrukturisasi kredit ini hanya akan menunda klaim asuransi kredit, ” kata Dodi.

AAUI juga menekankan kepada perusahaan asuransi bahwa pemberian pinjaman kepada debitur tidak dapat dicairkan tanpa adanya pengawasan bisnis. Perlu adanya pendampingan bagi debitur dari perusahaan asuransi agar kegiatan usaha berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kredit macet.

“Demikian pula dari sisi kreditur, kita harus terus melakukan proses penilaian dan seleksi debitur dengan baik dan berintegritas, sehingga faktor-faktor yang dapat menimbulkan potensi kredit macet dapat dimitigasi sejak awal,” ujarnya.

Tonton video yang dipilih di bawah ini:

Konten Premium

Masuk / Daftar

.

Source link